![]()
Multi Proaktif. Com – Medan – Wakil Ketua DPRD Sumatera Utara, Sutarto mendorong pemerintah Provinsi Sumatera Utara bersama Pemerintah Pusat untuk melakukan kajian kembali pembangunan jalur tol Medan – Berastagi.
Kepada awak media, dalam rilis tertulisnya, Sutarto menjelaskan pihaknya telah merangkum banyaknya akses yang dapat menopang jalur utama Medan – berastagi yang saat ini acapkali dilanda kemacetan.
Kebutuhan semakin mendesak, saya kira tiada salahnya untuk melakukan pengkajian pembangunan tol Medan – Beratagi, hingga terkoneksi dengan Tol Medan – Siantar- – Danau Toba, Tol Medan- Binjai , atau pemerintah melanjutkan pembangunan jalan alternatif Medan – Berastagi via Kutalimbaru,” katanya, Senin (5/1/2025).
Menurut Sutarto, jalur utama Medan – Berastagi sering dilanda kemacetan terutama bila terjadi kecelakaan tunggal, banjir dan tanah longsor.
Ini menyebabkan kendaraan terhenti berjam-jam. Sangat melelahkan dan menghambat aktivitas perekonomian. Kita tahu daerah Tanah Karo banyak sektor wisata dan sentra penghasil sayur dan buah buahan,” imbuhnya.
Dijelaskan Sutarto, banyak titik rawan kemacetan sepanjang Medan – Berastagi, seperti Simpang Selayang, Lau Cih (Hairos), Pancurbatu, Sembahe, Sibolangit (Hillpark), Bandar Baru, Doulu, hingga Tugu Jeruk Tongkoh.
Karena jalur Medan – Berastagi merupakan Jalan Nasional, biaya tentu ditopang dengan APBN. Pemerintah Pusat harus memberikan atensi kepada permasalahan ini. Sehingga masyarakat yang selalu melewati jalur utama ini, mendapatkan pilihan,” tambahnya.
Sutarto menjelaskan pada penghujung tahun 2023, telah dibangun jalan Medan-Berastagi via Kutalimbaru, sepanjang 55,87 km (lebih pendek dari jalur utama 76 km) dan diharapkan lebih landai serta mempercepat tempuh.
Pembangunan saat ini terhenti. Saya melihat ada kebutuhan pembangunan jembatan penghubung. Jalur ini melewati Desa Suka Makmur, Kutalimbaru, dan terus ke Tandukbenua, Sembaikan, ” tambahnya.
Menurut Sutarto, pemerintah semestinya melakukan kajian percepatan antara dua altenatif ini. Ia percaya, bila satu di antara dua jalur ini terealisasi seratus persen, maka daat mengurangi beban pada jalur utama.PpN
Jika ini terwujud, tentunya akan meningkatkan daya saing bagian utara Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba yang terhubung dengan Kabupaten Karo dan Dairi,” pungkasnya.(Irwansyah)
