![]()
Multi Proaktif. Com – Medan – 10 Februari 2026 – Ratusan massa dari Forum Islam Bersatu menggelar Aksi Peduli Al Washliyah di halaman Polres Pelabuhan Belawan pada hari Selasa,10 Februari buntut dari mangkraknya proses pengamanan eksekusi lahan milik Al Washliyah yang berada di Pasar IV Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang seluas 32 hektar.
Namun saat aksi berlangsung tidak terlihat Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Rosef Efendi, SIK., MH., CPHR . yang baru saja dilantik, untuk penyebab ketidak hadiran Kapolres Belawan belum diketahui dan belum bisa dikonfirmasi.
Ketua Forum Islam Bersatu Ustadz Zulkifli Rangkuti dalam orasinya menyayangkan lambannya kinerja Polri khususnya Polres Pelabuhan Belawan untuk menindak lanjuti permohonan pengamanan eksekusi pengosongan Al Washliyah seluas 32 hektar yang sudah berkekuatan hukum tetap itu.
Keputusan hukum sudah incracht, seluruh proses hukum sudah dilalui, seluruh tata administrasi sudah diselesaikan namun untuk pengosongan terus di tunda tunda sampai 6 kali. Ini ada apa?”,ungkap Ustadz Zulkifli.
Jangan sampai nanti darah tertumpah di lahan 32 hektar itu sebab ini berkaitan tentang hak ummat dan Marwah ummat yang harus diperjuangkan fisabilillah. Kami bukan tidak mampu menurunkan instrument hukum di luar kepolisian ,tetapi kami masih menghargai Polri sebagai institusi pelaksanaan hukum di negara ini”,lanjut Ustadz Zulkifli.
Jadi dengan ini kami meminta ketegasan pimpinan Polri dan khususnya Polres Belawan,tetapkan tanggal berapa pelaksanaan eksekusi. Jika memang merasa tidak mampu melaksanakan keputusan hukum ,maka Kapolres silahkan mundur saja dari jabatannya. Dan kami akan siap menurunkan laskar Hurabah yang siap berjuang fisabilillah, ish Kariman aw mut’ syahidan!”,tutup Ustadz Zulkifli diakhiri dengan takbir dan disambut ratusan pengunjuk rasa.
Salah satu perwakilan Pengurus Al Washliyah Sumatera Utara yang diwakili oleh Rusli Damanik SE.MM. menyampaikan pesan moral kepada Kepolisian bahwa dengan melaksanakan tugas pokok sebagai perangkat hukum dengan sebenar – benarnya akan membangun kepercayaan masyarakat kepada Kepolisian tanpa diminta.
Tidak perlu Kapolri kesana – kesini berbicara untuk meminta Polri menjadi di bawah Presiden, cukup selesaikan masalah yang kecil ini saja bisa tidak? Kami bukannya tidak mampu mendatangkan massa lebih besar bahkan ribuan pun. Massa Al Washliyah di Sumatera ada sekitar 3 juta orang. Namun seperti yang disampaikan para ustadz yang lain ,bahwa kami masih menghargai Polri sebagai institusi. Jadi tidak perlu berkoar koar untuk menjadi institusi yang layak di bawah Presiden jika hal kecil seperti ini saja tidak mampu diselesaikan”,tegas Rusli Damanik.
Ustaz Darul Yusuf.Pimpinan Pesanteren Masilah,Ketua Kelompok Tani Mazilah dalam orasinya mempertanyakan adanya kemungkinan konspirasi internal yang menyebabkan lambannya Kepolisian Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan pengamanan eksekusi lahan Al Washliyah tersebut.
Kami bukan semua orang Al Washliyah,sebagian saja memang. Tapi kami pendukung Al Washliyah yang terzalimi oleh aparat. Keputusan hukum sudah incracht,kenapa bisa ditunda sampai enam kali? Bukan sedikit juga tenaga ,pikiran dan juga biaya yang telah dituangkan dalam kasus ini selama bertahun – tahun”,ungkap Ustadz Darul.
Feeling saya adanya kemungkinan konspirasi internal di dalam proses pelaksanaan ini, mungkin saja ya. Saya sebagai seorang yang mengenyam pendidikan di Al Washliyah dan besar di lingkungan Al Washliyah merasa sedih dan kecewa melihat Al Washliyah di buat seperti ini oleh aparat kepolisian. Untuk itu kami siap berjuang jika memang Polres Pelabuhan Belawan masih saja tidak mampu menyelesaikan masalah ini”,tegas Ustadz Darul.
Kasat Intelkam Polres Pelabuhan Belawan Iptu Teguh Raya Putra Sianturi saat dikonfirmasi akan aksi unjuk rasa ini menyarankan agar mengkonfirmasi ke Wakapolres Pelabuhan Belawan. Dan hingga berita ini tayang belum ada jawaban dari Wakapolres Pelabuhan Belawan setelah diminta keterangan lewat whatsaap oleh media. ( Irwansyah)
