![]()
Multi Proaktif. Com – Medan – Lini media sosial dihebohkan dengan penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Andrie Yunus, pada Kamis malam (12/3/2026).
Aksi tersebut mendapatkan kecaman berbagai pihak, satu di antaranya yaitu berasal dari Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Medan, Robi Barus.
Kepada awak media, Robi meminta Aparat Penegak Hukum mengusut tuntas teror dialami warga negara yang menyampaikan pendapat secara kritis.
Kebebasan berserikat, berkumpul, menyampaikan pendapat itu dilindungi oleh undang-undang dasar kita,” ujar Robi dalam rilis tertulisnya, Sabtu (14/3/2026).
Robi mengatakan, situasi ini menciptakan pandangan bahwa perlindungan terhadap aktivis, yang merupakan bagian dari pertahanan hak asasi manusia, masih menjadi tantangan serius bagi negara.
Sejak reformasi kita menghargai kebebasan berpendapat, memberikan pandangan dan pendapat yang membangun itu dijamin dalam konstitusi kita,” tambahnya.
Robi menjelaskan, tindakan kekerasan terhadap aktivis hak asasi manusia tidak dapat dibenarkan dan harus ditindak melalui proses hukum yang objektif guna menjamin rasa keadilan bagi korban.
Saya meminta agar kasus ini diusut tuntas siapa dalang dan motifnya. Kita di PDI Perjuangan telah menyampaikan kecaman dan memohon APH memberikan atensi akan hal ini,” imbuhnya.
Robi berharap kejadian serupa tidak terjadi di Sumatera Utara dan Medan. Menurutnya Sumut banyak diisi oleh pemerhati sosial, pegiat demokrasi, aktivis yang banyak memberikan sumbangan pemikiran kepada daerah.
Mari kita mengawal demokrasi ini denganselayaknya sesuai konstitusi negara kita,” ungkapnya.
Seperti yang dihimpun dari KontraS, kronologi tersebut bermula dari beberapa hari sebelum kejadian korban yang menerima panggilan dari nomor tidak dikenal pada 9 hingga 12 Maret 2026. Sebagian nomor diduga berkaitan dengan spam penipuan, pinjaman online, hingga modus m-banking.
Andrie Yunus mendapat serangan penyiraman air keras di Jalan Salemba I – Talang Jakarta Pusat, pada Kamis malam kemarin.
Pada hari kejadian, Andrie beraktivitas seperti biasa dan berangkat dari kantor KontraS menuju kantor Center of Economic and Law Studies (CELIOS) di Menteng sekitar pukul 15.30 WIB untuk menghadiri pertemuan.
Usai agenda itu, sekitar pukul 19.45 WIB Andrie menuju kantor YLBHI di Jalan Diponegoro, Menteng, untuk melakukan perekaman podcast bersama staf YLBHI, Zainal Arifin. Diskusi itu mengangkat tema “Remiliterisasi dan Judicial Review UU TNI”.
Perekaman siniar selesai sekitar pukul 20.00 WIB, namun Andrie masih berada di kantor YLBHI hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Setelahnya, korban sempat mengisi bahan bakar di SPBU Cikini sebelum pulang menggunakan sepeda motor.
Sekitar pukul 23.37 WIB, Andrie melintas di Jalan Salemba I menggunakan sepeda motor Yamaha Aerox berwarna kuning. Saat melintasi kawasan Talang, ia melihat dari kejauhan sebuah sepeda motor yang dikendarai dua orang melawan arah.
Motor tersebut diduga jenis Honda Beat atau Honda Vario model lama berwarna hitam dengan panel putih di sisi belakang. Ketika kedua kendaraan berpapasan, pelaku langsung menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban.
Cairan tersebut kemudian mengenai bagian kanan tubuh Andrie, terutama mata, wajah, dada, dan tangan. Korban langsung berteriak kesakitan hingga menghentikan motornya dan terjatuh.
Menurut keterangan KontraS, Andrie sempat berteriak meminta tolong sambil berteriak, “AAAH, AAHH, AAHH, PANAS… PANAS!” dan kemudian berteriak “AIR KERAS, AIR KERAS” hingga warga sekitar berdatangan.
Akibat cairan tersebut, pakaian yang dikenakan korban bahkan disebut meleleh. Dalam kondisi kesakitan, Andrie sempat berusaha mengambil motor dan tasnya sebelum meninggalkan baju yang rusak di lokasi. Sementara pelaku langsung melarikan diri menuju Jalan Salemba Raya.
Saat kabur, pelaku diduga menjatuhkan sebuah gelas berbahan stainless steel yang digunakan untuk membawa cairan tersebut.
Tak lama setelah kejadian, sekitar pukul 23.38 WIB, Andrie kembali mengendarai motornya menuju rumah kontrakan di kawasan Menteng melalui jalan belakang
Dua temannya, Rizky dan Hardingga, membawa korban ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) menggunakan sepeda motor. Korban tiba di rumah sakit sekitar pukul 23.48 WIB dan langsung mendapatkan penanganan medis.
Berdasarkan diagnosis awal tim dokter, Andrie mengalami luka bakar sekitar 24 persen. Saat ini ia ditangani oleh enam dokter spesialis, termasuk spesialis mata, THT, saraf, tulang, thoraks, organ dalam, dan kulit.
Andrie juga dijadwalkan menjalani tindakan operasi mata berupa transplantasi membran amnion untuk memperbaiki jaringan mata yang rusak dan saat ini tengah dirawat intensif di rumah sakit. (Irwansyah)
