![]()
Multi Proaktif. Com – Medan – Pelantikan Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar sebagai Sekretaris dan Bendahara DPC PDI Perjuangan Kota Medan periode 2025–2030 menuai polemik. Wakil Ketua DPC PDIP Medan periode 2020–2025, Parlindungan Sinaga, SPd, menilai pelantikan tersebut tidak sah dan berpotensi menyesatkan publik.
Pelantikan yang dilakukan oleh Ketua DPD PDIP Sumatera Utara, Rapidin Simbolon, pada Jumat (9/1/2026) itu dipersoalkan karena hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) resmi dari DPP PDIP terkait kepengurusan lengkap DPC Medan maupun DPD Sumut.
Hal itu disampaikan Parlindungan Sinaga kepada wartawan pada Senin (12/1/2026). Ia menegaskan bahwa tanpa SK dari DPP, jabatan yang disandang Boydo Panjaitan dan Fuad Akbar seharusnya bersifat sementara, bukan definitif.
Yang benar, pelantikan itu hanya untuk sekretaris dan bendahara sementara. Sampai sekarang SK DPP yang sah belum pernah ditunjukkan,” ujarnya.
Parlindungan menilai publikasi pelantikan yang seolah-olah sudah final dapat membentuk persepsi keliru di tengah masyarakat dan kader partai. Menurutnya, klaim bahwa pelantikan telah sesuai SK DPP yang ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristiyanto perlu dibuktikan secara terbuka.
Kalau SK itu memang ada, seharusnya diperlihatkan kepada peserta dan media. Jika tidak, ini bisa disebut manipulatif dan berisiko menimbulkan masalah di kemudian hari,” tegasnya.
Ia juga menduga pelantikan tersebut dilakukan secara terburu-buru untuk menciptakan kesan bahwa struktur kepengurusan telah lengkap, sehingga pihak lain tidak lagi menuntut masuk dalam kepengurusan DPC Medan.
Selain soal keabsahan pelantikan, Parlindungan turut menyoroti pernyataan salah satu pengurus yang menyebut jabatan strategis harus diisi kader berintegritas dan tidak memiliki rekam jejak bermasalah. Menurutnya, pernyataan tersebut berpotensi menjurus pada pembentukan opini negatif atau pembunuhan karakter terhadap kader tertentu.
Ia secara khusus membela Robi Barus dan David Rony Sinaga, yang disebutnya sebagai kader lama dengan pengalaman panjang di PDI Perjuangan.
Robi Barus adalah kader tulen yang sudah berjuang sejak masa PDI Pro Mega. Sampai sekarang rumahnya masih menjadi tempat berkumpul kader dan simpatisan,” kata Parlindungan.
Parlindungan berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara terbuka dan sesuai aturan partai, agar tidak merusak soliditas dan marwah organisasi PDI Perjuangan di Kota Medan.
(Irwansyah)
