![]()
Multi Proaktif. Com – Inhu – SMA Negeri 1 Rengat merupakan salah satu sekolah berprestasi di Kabupaten Indragiri Hulu,Riau. Selain berprestasi dalam bidang Akademik, sekolah yang berdiri sejak tahun 1959 ini memiliki segudang prestasi terutama dalam 3 tahun terakhir di bawah kepemimpinan Helwiya,M.Pd. sebagai Kepala Sekolah.
Semua ini tidak terlepas dari kerjasama antar sesama guru dalam tiap kegiatan dan saling mendukung satu sama lain, mendukung siswa untuk berprestasi. Ini yang menyebabkan SMA 1 Rengat ini mencapai prestasi khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu ini di berbagai bidang baik dibidang akademik dan non akademik. Yang saya sukai dari guru – guru di sini adalah saling berbagi ide dan semangat berkembang bersama – sama.”,tutur Kepala Sekolah SMA 1 Rengat ,Helwiya,M.Pd. saat ditemui di ruang kerjanya. (Senin,27/1/26)
Helwiya menuturkan, SMA Negeri 1 Rengat memiliki Pegiat Literasi untuk SMA 1 (Plasma) yang terdiri dari siswa-siswa pencinta literasi dan para guru. Sebagai support di bidang literasi, Helwiya mendaftarkan sekolahnya ke salah satu komunitas Literasi terbesar Nasional bernama Nyalanesia. Salah satu produknya adalah Gerakan Sekolah Membuat Buku (GSMB) dan SMA Negeri 1 Rengat mendapatkan predikat sebagai “Sekolah Aktif Literasi Nasional” pada tahun 2024 untuk GSMB dan sebagai Sekolah Literasi Nasional pada tahun 2025.
Akibat dari gerakan literasi yang di lakukan maka SMAN 1 Rengat mencapai nilai tertinggi pada unsur Literasi Rapor Pendidikan tahun 2024 dan telah memiliki karya buku baik siswa maupun guru dan saya sendiri sebagai Kepala Sekolah telah menerbitkan buku tentang pendidikan khususnya, dan telah menerbitkan buku solo sebanyak 16 buku. Dan juga bergabung dengan siswa dalam PLASMA. SMAn 1 Rengat juga memiliki karya dalam antologi SMANSA jaga budaya dimana antologi bukunya berupa puisi dan cerpen, dan saat ini yang sedang berjalan ini adalah cerpen.”,paparnya.
Selain prestasi akademik, SMA N 1 Rengat juga menjadi Duta Parlemen RI yang diwakili oleh Rasya Zamolta. Dan berprestasi di bidang Olahraga seperti Badminton hingga tampil sampai di tingkat Nasional. Dibidang Astronomi dan Geografi SMAN 1 Rengat telah masuk dalam peringkat Nasional, walaupun belum sampai pada 10 besar. Namun prestasi ini sangat membanggakan bagi sekolah.
Saat ditanya bagaimana menjadi seorang pendidik yang baik, Helwiya menjawab bahwa guru yang baik adalah seorang guru yang mengenali karakter siswanya, baik itu minat dan bakatnya.
Seorang guru saat ini tidak bisa lagi mengajar menurut kehendak dirinya, melainkan harus mengikuti perkembangan zaman agar guru tersebut dapat mendekati siswanya dalam berbagai metode yang kekinian sesuai dengan karakter dan kondisi siswa di zaman ini. Pendekatan persuasif dan juga refleksi umpan baik dari siswa, serta juga harus terbuka dari saran siswanya”, jelas Helwiya.
Sedangkan siswa yang baik menurut pandangan saya adalah seorang pelajar yang memang paling utama adalah yang memiliki akhlak mulia, siswa yang mengikuti aturan – aturan dan tata tertib yang dibuat demi kebaikan siswanya. Patuh kepada orang tua, memiliki akhlak santun kepada guru serta disiplin yang kuat. Karena disiplin adalah tolak ukur dari seorang siswa untuk tumbuh menjadi pribadi sukses seperti apa yang diinginkannya di masa depan. Serta seorang pelajar harus punya integritas serta tanggung jawab, mandiri dan bernalar kritis”,lanjutnya.
Dalam menyingkapi hal – hal yang sering menjadi isu di dunia pendidikan. Helwiya berkata bahwa ada 3 ( tiga ) pilar dalam dunia pendidikan harus membangun kemitraan yang baik dan bekerjasama. 3 pilar itu adalah sekolah, orang tua dan masyarakat.
Orang tua tidak bisa menyerahkan bulat – bulat anaknya kepada sekolah begitu saja. Sebab yang kita didik adalah manusia yang punya akal, watak dan pikiran yang berbeda beda. Apalagi jumlah siswa yang banyak, belum tentu dapat ditangani oleh semua tenaga pendidik di dalam sekolah. Selain itu guru juga tidak boleh egois namun harus bekerjasama dengan orang tua untuk menangani masalah – masalah anak didik tersebut”,jelas wanita kelahiran Stabat, Kabupaten Langkat ini.
Selain itu masyarakat merupakan komponen penting bagi tumbuh kembangnya anak didik. Masyarakat dapat membantu mengingatkan para siswa apabila terdapat siswa yang melanggar aturan dan memiliki kegiatan – kegiatan negatif di luar aturan sekolah. “,lanjutnya.
Kita mau sistem pendidikan yang akan dibangun di masa depan adalah sistem pendidikan yang berkarakter sehingga muncul generasi – generasi bangsa ke depan yang tidak hanya memiliki kecerdasan pikiran namun juga kecerdasan emosi dan mental yang baik. Untuk itu 3 pilar yang saya sebutkan tadi sangat dibutuhkan dapat bersinergi dan saling mendukung sesuai dengan tupoksinya untuk mewujudkan masa depan dan Indonesia yang lebih baik”,tutup Helwiya.(Irwansyah)
