Skip to content
Multiproaktif.com

Multiproaktif.com

The Way Of Solution

  • LOGIN
  • BERANDA
  • Headline
    • Internasional
    • Nasional
    • Sumut
      • MEDAN
      • LANGKAT
      • DELI SERDANG
  • Metro
    • Kriminal
    • Hukum
    • Politik
  • Ekonomi
  • Dunia Usaha
  • Kesehatan
  • Sosial Budaya
  • Lifestyle
    • Hiburan
    • Pariwisata
  • Olahraga
  • Home
  • MEDAN
  • Opini WTP Ke 11 Diraih Tetapi Sumut Punya 3 Catatan Merah Dari BPK. Apa Saja?

Opini WTP Ke 11 Diraih Tetapi Sumut Punya 3 Catatan Merah Dari BPK. Apa Saja?

Loading

Multi Proaktif. Com – Medan – Sumut raih status opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam sidang paripurna DPRD Sumut yang membahas tentang Laporan Hasil Pemeriksaan Keuangan Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Utara tahun 2024 pada Kamis, 12 Juni 2025.

Disampaikan oleh anggota Komisi IV BPK RI, Haerul Saleh,SH,CRA,CRP,CIABV,CSFA,CertDA,CFrA. bahwa hasil laporan pemeriksaan keuangan tahun Sumut 2024 telah melalui proses perencanaan, pemeriksaan serta pelaporan pelaksanaan yang telah mengacu pada standart pemeriksaan keuangan negara secara tepat,akurat dan bisa dipercaya.

Hasil laporan keuangan ini bukan berati menjadi patokan bahwa tidak terjadinya korupsi di dalam pelaksanaan keuangan. Tapi jika laporan keuangan yang sudah diuji telah memenuhi standar yang ditetapkan tentu saja akan melahirkan opini yang sesuai dengan hasil pemeriksaannya”,ujar Haerul Saleh.

Haerul menambahkan pemeriksaan keuangan dilakukan berdasarkan sample yang bisa saja bersih dan yang bermasalah tidak diperiksa karena tidak sesuai dengan standard uji BPK. Hal itu disebabkan karena keterbatasan waktu, sumber daya manusia dan anggaran BPK.

BERITA LAINNYA:  Pembahasan KUA PPAS P.APBD 2025 Dan RPJMD Harus Dilakukan Simultan Demi Efektivitas Dan Efesiensi Waktu

Berdasarkan hasil pemeriksaan itu maka BPK memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke 11 kepada Sumu dengan penekanan suatu hal yang artinya adanya permasalahan yang hampir mendekati batas degradasi opini WTP, itu telah kami sampaikan dalam laporan yang serahkan tadi dan kami harapkan perhatian serius kepada Pemerintah untuk dilaksanakan”,papar Haerul.

Ada beberapa masalah yang berulang di dalam hasil pemeriksaan kami. Padahal seharusnya jika sudah terjadi kesalahan berulang lebih dari dua kali seharusnya di hukum. Meskipun bukan permasalahan tanggung jawab Gubernur Sumut yang sekarang secara pribadi, melainkan kinerja pemerintah yang melaksanakan pengelolaan keuangan di tahun 2024″,lanjut Haerul.

Meskipun begitu Haerul menegaskan bahwa selaku pemerintah Provinsi Sumut dapat menyelesaikan dan menindak lanjuti seluruh rekomendasi yang disampaikan BPK RI.

BERITA LAINNYA:  SIARAN PERS Untuk Segera Diterbitkan KOGANA dan BMKG Sumut Jalin Kerja Sama Penyebarluasan Informasi Iklim Dan Cuaca Demi Pembangunan Yang Lebih Efektif Dan Tanggap Bencana

Beberapa hal yang berulang tersebut di antaranya yang pertama adalah kekurangan volume dan mutu atas beberapa paket pekerjaan jalan dan jembatan pada Dinas PUPR Sumut sebesar 6,63 Milyar Rupiah dan kekurangan volume dan mutu itu senantiasa terjadi.

Saya tidak tau apa yang sanksi yang sudah diberikan kepada teman – teman tersebut. Apakah dia senang mengembalikan uangnya dengan kelebihan uangnya barangkali atau memang ada motif lain”,singgung Haerul.

Hal yang kedua adalah pekerjaan pembangunan jalan dan jembatan provinsi untuk kepentingan strategis daerah provinsi Sumut yang pekerjaannya fisiknya tidak sesuai dengan kriteria desain yang sudah direncanakan, nilainya 6.89 milyar rupiah.

Selanjutnya Haerul mengatakan ada permasalah pembayaran belanja tambahan penghasilan berdasarkan pertimbangan objektif lainnya ASN yang tidak sesuai dengan ketentuan dan peruntukannya sebesar 1.8 milyar rupiah yang tidak dipertanggung jawabkan secara memadai.

BERITA LAINNYA:  Pengurus Panti Asuhan Alwashliyah Brayan Ungkap Robi Barus Rutin Berikan Santunan Jarang Tersorot Kamera

Dan yang terakhir kata Haerul masalah pertanggung jawaban Bantuan Operasional Sistem Pendidikan (BOS) kepada 30 (tiga puluh) sekolah tidak sesuai ketentuan sebesar 854 juta rupiah yang perlu jadi perhatian pemerintah selanjutnya.

Agar kejadian yang sama ini tidak lagi berulang. Jika kesalahan yang sama itu terjadi lagi di pemerintahan saat ini ,berarti pemerintah tetap sama saja. Tapi insya Allah saya percaya pemerintahan bisa lebih baik dan lebih peduli terhadap akuntabilitas pengeluaran keuangan sehingga hal seperti ini tidak terjadi lagi”,harap pria kelahiran Sulawesi Selatan ini. (Irwansyah)

Post navigation

Previous Jumat Bersih Di Kecamatan Tanjungmorawa
Next MBG Akan Hadir Di Taspsel, Warga Sambu Antusias Sosialisasi Bersama Sihar Sitorus

Berita Terbaru

Tebar 1.000 Paket Jum’at Berkah, PAC Pemuda Pancasila Medan Johor Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Masyarakat Kedai Durian

Tebar 1.000 Paket Jum’at Berkah, PAC Pemuda Pancasila Medan Johor Hadirkan Kepedulian Nyata untuk Masyarakat Kedai Durian

Juni 12, 2026
Curanmor Dan Begal Marak Terjadi Di Medan Robi Barus Minta Kepolisian Tingkatkan Patroli

Curanmor Dan Begal Marak Terjadi Di Medan Robi Barus Minta Kepolisian Tingkatkan Patroli

Juni 9, 2026
Peringati Hari Lingkungan Hidup, PW ISMI Sumut Dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu Di Bantaran Sei Deli

Peringati Hari Lingkungan Hidup, PW ISMI Sumut Dan GJI Tanam 1000 Pohon Khas Melayu Di Bantaran Sei Deli

Juni 6, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Masuk/Login
Copyright © 2024 | DarkNews by AF themes.